Sabtu, 01 Maret 2014

Mitos Kehidupan


Karya; Suyadi, S. Ag

Sebagian orang mungkin sudah pernah mendengarnya
Dan sebagian lagi mungkin belum tahu
Tentang adanya satu mitos
Mitos yang menjelma menjadi SETAN
SETAN yang meng-HANTU-i kehidupan

Mitos dalam kehidupan percintaan
Jangan berikan barang-barang yang dapat merusak hubungan
Jangan berikan pakaian
Mengapa?
Bukankah pakaian sebagai penutup tubuh
Melindungi diri dari panas dan dingin
Coba bayangkan jika tidak menggunakan pakaian
Apa kita disuruh TELANJANG agar HAMIL duluan dan baru menikah kemudian?
Jangan berikan foto
Mengapa?
Bukankah foto dapat mengobati kerinduan
Apa kita diharuskan melupakan orang yang kita sayang yang jauh disana?
Jangan berikan parfum
Mengapa?
Bukankah parfum dapat membuat tubuh menjadi harum
Apakah kita ingin melihat pasangan kita terkucil dari pergaulan karena bau badannya?
Jangan berikan jam tangan
Mengapa?
Bukankah jam tangan sebagai alat untuk menunjukkan waktu
Waktu yang terus berjalan tanpa henti
Waktu yang tidak pernah mengatakan letih
Waktu yang harus kita hargai
Apakah kita harus bertanya pada orang di jalan atau melihat HP hanya untuk melihat jam

Mitos kehidupan
Menjadi rahasia umum dalam masyarakat
Demi mencarai-cari kesalahan
Demi mencari pembenaran

Mitos Kehidupan
Meracuni pikiran kaum terpelajar
Membunuh segala harapan
Dan hanya menyisahkan kenangan
Kenangan yang penuh kepalsuan
Semuanya PALSU dan hanya BOHONG BELAKA

SEGELAS CENDOL DURIAN



                                                Karya; Suyadi, S. Ag


Segelas cendol durian
Sengaja ku teguk hari ini
Untuk mengingat manis senyum mu
Senyum yang teramat manis
Yang tak dapat digantikan oleh madu sekalipun

Segelas cendol durian
Ku nikmati untuk mengenang hadir mu
Meski diri mu hanya hadir dalam mimpi ku
Mimpi yang mungkin tak akan menjadi nyata
Karna kenyataan tak semanis cendol durian

Segelas cendol durian
Pelepas dahaga dikala gundah
Meski tak sanggaup mengobati
Dahaga ku akan kasih sayang mu

Segelas cendol durian
Mengingatkan aku pada satu bayangan
Bayangan sosok seorang wanita idaman
Yang selalu hadir dalam mimpi
Mimpi meneguk segelas cendol durian
Bersama mu, ya hanya bersama dirimu


(Padang 27 Feb 2014 – cendol durian dua saudara)

Selasa, 25 Februari 2014

Di Pantai Air Manis



                                                                      Karya ; Suyadi, S. Ag


Di Pantai Air Manis
Deburan ombak saling berkejaran
Berlomba dengan para peselancar
Diantara tingginya bukit yang menjulang
Diantara pasir yang terbentang

Sesosok darah jelita ada disana
Cantik, menarik, anggun dan baik hati
Setiap mata memandangnya
Melupakan prasasti yang melegenda
Ya, Legenda Malin Kundang

Di Pantai Air Manis
Saksi bisu munculnya rasa cinta
Cinta yang tak pernah mejadi nyata
Cinta yang tak pernah sempurna
Cinta yang terhalang sikap orang tua

Di pantai Air Manis
Mengajarkan kita untuk tidak mendurhaka
Mangajarkan kita untuk berbakti pada orang tua
Sekalipun CINTA KITA HARUS BINASA
Asalkan masih sempat melihat orang tua kita tertawa bahagia
Sekalipun KEBAHAGIAAN MEREKA DIATAS DERITA KITA


(10 Februari 2014)

14 FEBRUARI



Karya: Suyadi, S.Ag


14 Februari
Hari yang peling di nanti oleh para pemuda
Hari paling indah untuk merajut asa
Hari paling bersejarah dalam kisah asmara

14 Februari
Hari kasih sayang sedunia
Hari berbagi coklat dan bunga
Sebagai simbol manisnya dunia

14 Februari
Ketika yang lain bersama keluarganya
Ketika yang lain bersama belahan hatinya
Saat yang lain bercanda tawa bahagia
Di sini aku menitikkan air mata
Merenungi perjalanan hidup yang penuh derita
Jauh dari orang tua
Jauh dari kekasih yang di cinta

14 Februari
Aku hanya bisa berbagi rasa
Lewas sms atau inbok di dunia maya
Setulus hati aku berkata dalam doa
“Selamat Hari Valentain, selamat hari kasih sayang
Semoga Tuhan Mempersatukan Cinta Kita....  Amin”

Sabtu, 04 Mei 2013

TRI SUCI WAISAK

Karya: Suyadi, S. Ag


Waisak
Nama bulan dalam kalender india kuno
Namamu begitu agung bagi umat Buddha diseluruh dunia

Ditaman nan indah Taman Lumbini
Tahun 623 sebelum masehi
Saat purnama dibulan waisaka
Lahir seorang Bodhisattva
Putra tunggal dari raja nan bijaksana

Saat pangeran berusia 29 tahun
Ditinggalkannya semua kemewahan
Dan menjadi seorang pertapa

Enam tahun lamanya beliau berkelana
Mencari obat dari segala derita
Hingga tiba saat purnama dibulan waisaka
Di Budhagaya di bawah Pohon Bodhi
Saat usianya 35 tahun
Tercapailah penerangan sempurna
Pertapa Gautama menjadi Buddha

45 tahun lamanya
Buddha mengajarkan Dhamma
Kepada para dewa dan manusia
Hingga banyak siswanya mencapai kesucian

Saat Buddha berusia 80 tahun
Buddha mencapai parinibanna
Di kusinara di bawah pohon sala kembar
Waktu bulan purnama dibulan waisaka

Lahirnya Bodhisattva
Pertapa Gautama menjadi Buddha
Dan Buddha mencapai parinibanna
Inilah yang disebut
Tri Suci Waisak