Sabtu, 01 Maret 2014

SEGELAS CENDOL DURIAN



                                                Karya; Suyadi, S. Ag


Segelas cendol durian
Sengaja ku teguk hari ini
Untuk mengingat manis senyum mu
Senyum yang teramat manis
Yang tak dapat digantikan oleh madu sekalipun

Segelas cendol durian
Ku nikmati untuk mengenang hadir mu
Meski diri mu hanya hadir dalam mimpi ku
Mimpi yang mungkin tak akan menjadi nyata
Karna kenyataan tak semanis cendol durian

Segelas cendol durian
Pelepas dahaga dikala gundah
Meski tak sanggaup mengobati
Dahaga ku akan kasih sayang mu

Segelas cendol durian
Mengingatkan aku pada satu bayangan
Bayangan sosok seorang wanita idaman
Yang selalu hadir dalam mimpi
Mimpi meneguk segelas cendol durian
Bersama mu, ya hanya bersama dirimu


(Padang 27 Feb 2014 – cendol durian dua saudara)

Selasa, 25 Februari 2014

Di Pantai Air Manis



                                                                      Karya ; Suyadi, S. Ag


Di Pantai Air Manis
Deburan ombak saling berkejaran
Berlomba dengan para peselancar
Diantara tingginya bukit yang menjulang
Diantara pasir yang terbentang

Sesosok darah jelita ada disana
Cantik, menarik, anggun dan baik hati
Setiap mata memandangnya
Melupakan prasasti yang melegenda
Ya, Legenda Malin Kundang

Di Pantai Air Manis
Saksi bisu munculnya rasa cinta
Cinta yang tak pernah mejadi nyata
Cinta yang tak pernah sempurna
Cinta yang terhalang sikap orang tua

Di pantai Air Manis
Mengajarkan kita untuk tidak mendurhaka
Mangajarkan kita untuk berbakti pada orang tua
Sekalipun CINTA KITA HARUS BINASA
Asalkan masih sempat melihat orang tua kita tertawa bahagia
Sekalipun KEBAHAGIAAN MEREKA DIATAS DERITA KITA


(10 Februari 2014)

14 FEBRUARI



Karya: Suyadi, S.Ag


14 Februari
Hari yang peling di nanti oleh para pemuda
Hari paling indah untuk merajut asa
Hari paling bersejarah dalam kisah asmara

14 Februari
Hari kasih sayang sedunia
Hari berbagi coklat dan bunga
Sebagai simbol manisnya dunia

14 Februari
Ketika yang lain bersama keluarganya
Ketika yang lain bersama belahan hatinya
Saat yang lain bercanda tawa bahagia
Di sini aku menitikkan air mata
Merenungi perjalanan hidup yang penuh derita
Jauh dari orang tua
Jauh dari kekasih yang di cinta

14 Februari
Aku hanya bisa berbagi rasa
Lewas sms atau inbok di dunia maya
Setulus hati aku berkata dalam doa
“Selamat Hari Valentain, selamat hari kasih sayang
Semoga Tuhan Mempersatukan Cinta Kita....  Amin”

Sabtu, 04 Mei 2013

TRI SUCI WAISAK

Karya: Suyadi, S. Ag


Waisak
Nama bulan dalam kalender india kuno
Namamu begitu agung bagi umat Buddha diseluruh dunia

Ditaman nan indah Taman Lumbini
Tahun 623 sebelum masehi
Saat purnama dibulan waisaka
Lahir seorang Bodhisattva
Putra tunggal dari raja nan bijaksana

Saat pangeran berusia 29 tahun
Ditinggalkannya semua kemewahan
Dan menjadi seorang pertapa

Enam tahun lamanya beliau berkelana
Mencari obat dari segala derita
Hingga tiba saat purnama dibulan waisaka
Di Budhagaya di bawah Pohon Bodhi
Saat usianya 35 tahun
Tercapailah penerangan sempurna
Pertapa Gautama menjadi Buddha

45 tahun lamanya
Buddha mengajarkan Dhamma
Kepada para dewa dan manusia
Hingga banyak siswanya mencapai kesucian

Saat Buddha berusia 80 tahun
Buddha mencapai parinibanna
Di kusinara di bawah pohon sala kembar
Waktu bulan purnama dibulan waisaka

Lahirnya Bodhisattva
Pertapa Gautama menjadi Buddha
Dan Buddha mencapai parinibanna
Inilah yang disebut
Tri Suci Waisak

Jumat, 30 November 2012

Akhir Bulan

Satu hari yang dinanti
Satu hari yang di tunggu
Akhir bulan
Ya! Akhir bulan
Hari dimana kami menutup buku
Setelah satu bulan penuh melewati hari
Hari-hari yang sangat melelahkan
dan hari menyambut hari yang baru
Hari dimana hasil karya kami dihargai
Ya! hari pembayaran honorer pegawai swasta
Pegawai yang harus menandatangani kontrak
Kontrak kerja yang tidak memihak pada kami
Jika karya kami bagus tak di nilai lebih
dan jika karya kami jelek kami harus berhenti
Pemberhentian yang kadang tak memberikan pesangon pada kami
Kemana lagi kami harus bekerja
Sementara keahlian kami hanya tenaga
dan tak jarang uang yang kami peroleh habis tanpa sisa
Karna banyak tempat kami bekerja tak memberikan tunjangan kesehatan
Inilah nasip kami pegawai swasta
Mungkin lebih pantas disebut buruh
Para pemburu uang ribuan untuk membeli makan demi cacing-cacing kelaparan di perut kami
Terima kasih telah mendengar keluhan kami
Kaum budak dinegeri sendiri


Kosong